Pages

Rabu, 25 November 2015

Wishful Wednesday [2]


Selamat sore semuanya! Saya tidak menyangka sudah berhadapan dengan waktunya meme ini diluncurkan setiap minggunya. Pertama-tama saya berterima kasih kepada Perpus Kecil yang sudah bersedia mengadakan giveaway yang berkaitan dengan meme ini. Karena tanpanya saya tidak akan ingat dan menyempatkan waktu untu memposting meme ini.

Karena berhubung dia baru berulang tahun dan bersedia mewujudkan harapan para blogger yang lapar akan buku. Saya akan memposting wish saya minggu ini. Ini dia


Pulang - Tere Liye
Buku ini bisa di beli di bukabuku.com atau klik link ini.

Buku ini sangat berarti buatku karena
1. Saat ini aku lagi krisis uang buat beli sendiri novel ini, sedangkan wishlistku bertambah terus setiap minggunya
2. Banyak komentar bagus di Goodreads tentang buku ini dan sinopsisnya juga memikat hatiku.

Sinopsis

“Aku tahu sekarang, lebih banyak luka di hati bapakku dibanding di tubuhku. Juga mamakku, lebih banyak tangis di hati Mamak dibanding di matanya.”
Sebuah kisah tentang perjalanan pulang, melalui pertarungan demi pertarungan, untuk memeluk erat semua kebencian dan rasa sakit.
“Selalu ada hal baru yang bisa direnungi dan dipahami dari novel-novel Tere Liye.”
-Pulin Sri Lestari, Ibu Rumah Tangga
“Saat ini kita cenderung tidak lagi peduli pada banyak hal, namun novel-vovel Tere Liye membantu kita untuk melihat lebih dalam dan peduli.”
-Tiara, Guru/Dosen
“Kayak buku pelajaran, tapi seru. Mamah kamu nggak akan ngambek kalau kamu baca novel-novel Tere Liye.”
-Khoirun Nisa, Siswi SMA
‘Membaca novel-novel Tere Liye seperti pulang ke rumah. Berapa jauh pun kaki melangkah, selalu ingin kembali.”
-Evi, Buruh Migran Indonesia


Data Diri Buku

Harga Resmi : Rp. 65.000
Harga : Rp. 52.000 (20% OFF)

Format : Soft Cover
ISBN : 6020822125
ISBN13 : 9786020822129
Tanggal Terbit : 20 September 2015
Bahasa : Indonesia
Penerbit : Republika
Halaman : 404



SINOPSIS

Setelah mempunyai dua anak lelaki, ditambah dua belas anak yatim-piatu yang tinggal di sekolah miliknya di Plumfield, Jo March––yang kini telah menikah dan menjadi Mrs. Bhaer––menjadi sangat sibuk. Meski dibantu para anggota keluarga March lainnya, mengurus begitu banyak anak sangat merepotkan. Ada-ada saja ulah mereka yang kadang menjengkelkan, tetapi Jo dan Mr. Bhaer selalu berusaha mengatasi berbagai masalah yang timbul dengan sabar dan bijaksana, dan penuh kasih sayang.

 Buku lainnya yang aku inginkan adalah Little Men. Aku pengin buku ini karna sampulnya yang imut dan menggoda. Selain itu karena statusnya yang bestseller aku jadi keopingin buku ini. Ah, pokoknya penging bgt deh. emoga saja terkabul. Buku ini bisa di beli di sini

Harga Resmi : Rp. 68.000
Harga : Rp. 54.400 (20% OFF)





Format : Soft Cover
ISBN13 : 9786020322735
Tanggal Terbit : 16 November 2015
Bahasa : Indonesia
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Halaman : 432
Dimensi : 135 mm x 200 mm

Kuharap Perpus Kecil memilihku dan wishlist ku ini deh. Bagi kalian yang tertarik untuk ikutan meme ini silahkan kunjungi blog Perpus Kecil dan ketentuan lainnya disini

Rabu, 09 September 2015

Wishful Wednesday [1]



Happy anniversary untuk Perpus Kecil. Happy brithday and always be yourself. Love your blog :)
Aku ikutkan my wishfulku ini ya.




Aku belakangan ini mulai suka dengan kegiatan mewarnai. Semula iseng ikutan mewarnai buku bergambar punya adekku sendiri. Tapi salah seorang blogger nge-share review singkat tentang buku mewarnai untuk dewasa. 

So, aku pengin banget punya buku ini. Walau harganya yang agak gak bersahabat di kantong tapi saat ku lihat isinya super! Keren banget.

Someone, belikanku buku ini. Hope so much di toko buku ini ya :)
See you!



Jumat, 10 April 2015

Blogtour + Review + Giveaway Novel: To All the Boys I've Loved Before - Jenny Han

Guys, Penerbit Spring lagi ngadain bagi-bagi buku To All the Boys I've Loved Before. GRATIS!
Kalian cukup ikutan di  http://kireinasekai.blogspot.com/2015/04/blogtour-review-giveaway-novel-to-all.html?showComment=1428657492778#c2033252177693582486 . .

GOOD LUCK!


Judul: To All the Boys I've Loved Before
Penulis: Jenny Han
Penerbit: Penerbit Spring
Halaman: 382 halaman
Terbitan: April 2015

Lara Jean menyimpan surat-surat cintanya di sebuah kotak topi pemberian ibunya.

Surat-surat itu bukan surat cinta yang ditujukan untuknya, tapi surat yang ia tulis. Ada satu surat untuk setiap cowok yang pernah ia cintai—totalnya ada lima pucuk surat. Setiap kali menulis, ia mencurahkan semua perasaannya. Ia menulis seolah-olah mereka tidak akan pernah membacanya karena surat itu memang hanya untuk dirinya sendiri.
Sampai suatu hari, semua surat-surat rahasianya itu tanpa sengaja terkirimkan—entah oleh siapa.

Saat itu juga, kehidupan cinta Lara Jean yang awalnya biasa-biasa saja menjadi tak terkendali. Kekacauan itu melibatkan melibatkan semua cowok yang pernah ia tulis di surat cintanya—termasuk cinta pertamanya, pacar kakaknya, dan cowok terkeren di sekolah.

Selasa, 07 April 2015

Seharusnya Katakan



Diikutkan Dalam Lomba Cerpen 'Endless Love'

Usiaku dua tahun saat wanita itu membawaku pergi dari rumah. Ayah telah bangkrut dan ibu membawa semua beserta kakak. Aku menurut saja. Dalam diam ku terus lanjutkan hidup. Wanita itu kini kukenal sebagai Ibu.
Tanpa internet atau telepon aku seperti burung dalam sangkar. Tapi Ibu tak masalah dengan semua keadaanku. Bahkan meninggalkanku sendirian dirumah.
"Ibu akan pergi belanja, Kau pastikan semua berjalan baik selama kupergi" ucapnya disuatu siang. Aku embereskan semua tugas sambil menunggunya pulang.
Beberapa jam berlalu Ibu tak jua pulang. Tapi yang kudapati seorang pengantar paket tengah bertengger dimuka rumahku.
Paket untuk Nyonya Simer." ucap si pengantar paket sambil menyodorkan paket milik ibuku.
Aku menandatangani surat terima dan tak berniat mengajak pria itu mengobrol. Namun saat kuberbalik badan untu masuk kerumah pria ini menangkap lengan tanganku. Sepertinya Ia tak ingin melepasku begitu saja. Dadaku berdebar.
Pria ini mulai bertanya akan diriku. "Kau sudah lama tinggal disini? Rasanya aku tak pernah melihatmu keluar rumah."
 Aku hanya tertunduk sambil mengangguk. Aku memang dikurung dirumah selama ini dan jarang sekali keluar jika bukan karna hal penting atau membetulkan antena parabola.
Si pengantar paket itu tersenyum lebar dan mengucapkan kata yang tak pernah kusangka.
"Jika kuajak kau pergi malam ini, apa kau akan membukakan jendela kamarmu itu untukku?"
Kujawab, "Iya".

***

Jendela ku bergemerisik nyaring saat pria itu memanjatnya. Benar-benar gila bagaimana jika ibuku tahu. sebelum pertanyaan itu terjawab aku sudah dibawa ke sebuah pasar malam dengan kincir angin besar sebagai pusatnya. Aku takjub kegirangan.
" Kau belum pernah ke pasar malam?" tanyanya diselingi tawa riang. Tapi aku hanya tertunduk malu.
Kami menaiki semua wahana yang ada dan tertawa bersama tanpa tahu jam berapa sekarang. Bahkan kami makan gulali satu berdua. Dengan seksama aku rasakan dadaku kembali berdebar.
Perasaan apa ini?.Tidak tahu. Tapi yang kutahu Ibu pasti akan marah jika aku menceritakan ini.