Pages

Jumat, 10 April 2015

Blogtour + Review + Giveaway Novel: To All the Boys I've Loved Before - Jenny Han

Guys, Penerbit Spring lagi ngadain bagi-bagi buku To All the Boys I've Loved Before. GRATIS!
Kalian cukup ikutan di  http://kireinasekai.blogspot.com/2015/04/blogtour-review-giveaway-novel-to-all.html?showComment=1428657492778#c2033252177693582486 . .

GOOD LUCK!


Judul: To All the Boys I've Loved Before
Penulis: Jenny Han
Penerbit: Penerbit Spring
Halaman: 382 halaman
Terbitan: April 2015

Lara Jean menyimpan surat-surat cintanya di sebuah kotak topi pemberian ibunya.

Surat-surat itu bukan surat cinta yang ditujukan untuknya, tapi surat yang ia tulis. Ada satu surat untuk setiap cowok yang pernah ia cintai—totalnya ada lima pucuk surat. Setiap kali menulis, ia mencurahkan semua perasaannya. Ia menulis seolah-olah mereka tidak akan pernah membacanya karena surat itu memang hanya untuk dirinya sendiri.
Sampai suatu hari, semua surat-surat rahasianya itu tanpa sengaja terkirimkan—entah oleh siapa.

Saat itu juga, kehidupan cinta Lara Jean yang awalnya biasa-biasa saja menjadi tak terkendali. Kekacauan itu melibatkan melibatkan semua cowok yang pernah ia tulis di surat cintanya—termasuk cinta pertamanya, pacar kakaknya, dan cowok terkeren di sekolah.

Selasa, 07 April 2015

Seharusnya Katakan



Diikutkan Dalam Lomba Cerpen 'Endless Love'

Usiaku dua tahun saat wanita itu membawaku pergi dari rumah. Ayah telah bangkrut dan ibu membawa semua beserta kakak. Aku menurut saja. Dalam diam ku terus lanjutkan hidup. Wanita itu kini kukenal sebagai Ibu.
Tanpa internet atau telepon aku seperti burung dalam sangkar. Tapi Ibu tak masalah dengan semua keadaanku. Bahkan meninggalkanku sendirian dirumah.
"Ibu akan pergi belanja, Kau pastikan semua berjalan baik selama kupergi" ucapnya disuatu siang. Aku embereskan semua tugas sambil menunggunya pulang.
Beberapa jam berlalu Ibu tak jua pulang. Tapi yang kudapati seorang pengantar paket tengah bertengger dimuka rumahku.
Paket untuk Nyonya Simer." ucap si pengantar paket sambil menyodorkan paket milik ibuku.
Aku menandatangani surat terima dan tak berniat mengajak pria itu mengobrol. Namun saat kuberbalik badan untu masuk kerumah pria ini menangkap lengan tanganku. Sepertinya Ia tak ingin melepasku begitu saja. Dadaku berdebar.
Pria ini mulai bertanya akan diriku. "Kau sudah lama tinggal disini? Rasanya aku tak pernah melihatmu keluar rumah."
 Aku hanya tertunduk sambil mengangguk. Aku memang dikurung dirumah selama ini dan jarang sekali keluar jika bukan karna hal penting atau membetulkan antena parabola.
Si pengantar paket itu tersenyum lebar dan mengucapkan kata yang tak pernah kusangka.
"Jika kuajak kau pergi malam ini, apa kau akan membukakan jendela kamarmu itu untukku?"
Kujawab, "Iya".

***

Jendela ku bergemerisik nyaring saat pria itu memanjatnya. Benar-benar gila bagaimana jika ibuku tahu. sebelum pertanyaan itu terjawab aku sudah dibawa ke sebuah pasar malam dengan kincir angin besar sebagai pusatnya. Aku takjub kegirangan.
" Kau belum pernah ke pasar malam?" tanyanya diselingi tawa riang. Tapi aku hanya tertunduk malu.
Kami menaiki semua wahana yang ada dan tertawa bersama tanpa tahu jam berapa sekarang. Bahkan kami makan gulali satu berdua. Dengan seksama aku rasakan dadaku kembali berdebar.
Perasaan apa ini?.Tidak tahu. Tapi yang kutahu Ibu pasti akan marah jika aku menceritakan ini.